KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
144. Yohanes XIX (1024-1032)
Yohanes adalah orang Romawi dari bangsawan keluarga Tuscolani dan saudara dari Benediktus VIII. Terpilih menjadi paus pada bulan Mei 1024. Ia seorang awam ketika terpilih. Lalu menerima semua tahbisan sucinya secara sekaligus, hal-hal pemerintah sipil ia serahkan kepada Alberik saudaranya dan mengkhususkan dirinya pada hal-hal religius. Dianugerahi dengan karisma otoritas kodrati, ia menerima penghormatan dan ketundukan dari banyak figure kekuasaan pada zamannya. Pada saat wafatnya Raja Henri II, Yohanes mengundang Raja Konrad II ke Roma dan memahkotainya. Raja baru melanjutkan kebijaka mendukung sepenuhnya imamat yang telah dimulai oelh pendahulunya. Hal itu memperbesar kuasa dan otoritas para uskup dengan rasa hormat kepada pengikut awam. Namun hal itu justru menimbulkan lebih banyak konflik dan ketidakteraturan. Berkat perlindungan kuat Raja Konrad, Yohanes bersikap teguh dan pantang menyerah dalam persoalan mengenai Konstantinopel dan berhasil memerintah Gereja secara relative damai dan secara khusus memelihara Monastisisme. Ia mendukung Guido Arezzo, penemu terkenal tentang (7) notasi music. Ia yang pertama kalinya memberikan indulgensi (pengikutsertaan/ persetujuan) yang dikaitkan dengan banyak sedikitnya dana yang diberikan kepada Gereja. Dia wafat pada 6 Desember 1032.
|